Nyiar

Malta Pertimbangkan Sektor Keuangan Islam Yang Menguntungkan

Posted by: zakif on: Desember 23, 2008

IslamOnline.net dan Suratkabar

KAIRO – Dengan banyaknya negara-negara Barat yang mulai menerapkan bank sesuai-Syariah, para ahli di Malta percaya bahwa negaranya hendaknya ikut bergabung untuk memetik buah dari industri yang tengah booming itu.

“Ini bisa menjadi peluang, baik itu bagi pekerja maupun penyedia lapangan kerja dalam industri lainnya, jika keuangan Islam diperkenalkan di Malta,” kata Reuben Buttigieg, kepala Institut Manajemen Malta, seperti disampaikan kepada Times of Malta pada Ahad, 21 Desember.
“Bila Malta mau melakukannya, kita dapat memiliki tiga cabang utama di sektor keuangan Islam dalam rentang setahun.”

Otoritas Pelayanan Keuangan Malta (MFSA) telah mengeluarkan sebuah dokumen konsultansi dalam sektor keuangan Islam bagi kalangan industri untuk balik memberi masukan.

“Diharapkan dua dokumen konsultansi lainnya akan dikeluarkan tahun depan menyangkut Takaful dan Sukuk,” kata Buttgieg, yang juga direktur di Erremme Business Advisors.

“Setelah itu, semuanya sangat tergantung kepada MFSA dan pemerintah untuk meyakinkan bahwa kita tak kehilangan peluang emas.”

Buttgieg yakin bahwa bangunan politik di Malta, sebuah negara kepulauan dengan 400.000 populasi yang kuat, memang menghendaki untuk mengenalkan sistem sesuai-Syariah.

Magnet

Buttgieg yakin Malta dapat dengan mudah menjadi magnet dalam sektor keuangan Islam.

“Keuangan Islam dalam euro itu masih kurang, adanya masih tersedia dalam mata uang sterling dan dollar. Ada penghematan-biaya yang substansial baru dalam hal ini saja,” begitu pendapatnya.

“Jika pemerintah hendak menarik aliran masuk investasi dalam jumlah masif, pemerintah harus mengeluarkan Sukuk sendiri, lalu keseluruhan dunia Islam bakal melihat kepada Malta, khususnya masyarakat di negara-negara Eropa yang belum punya kesempatan berinvestasi.”

Pasar Sukuk telah mencapai 119.9 miliar dollar dalam delapan tahun hingga tahun 2008 dan lebih jauh lagi, angka 69 miliar dollar diperkirakan bakal terkucur pada 2008/2009, begitu menurut International Islamic Financial Market.

Buttgieg memandang Malta akan dapat menyedot minat sektor keuangan Islam dari negara-negara Arab sebagaimana juga dari negara-negara Eropa.

“Hari ini ada sejumlah lembaga keuangan Islam yang didirikan di Cayman Islands yang coba mengetuk agar bisa masuk ke Libya dan mengambil untung dari undang-undang pajak,” ungkapnya.

“Malta dapat menawarkan keuntungan serupa, bahkan dengan nilai tambah yang lebih. Perundangan kami dalam bidang perlindungan hukum adalah juga alat yang dapat kami gunakan selaras dengan struktur keuangan Islam,” tambahnya.

“Ini juga kesempatan bagi pemerintah kami untuk masuk lebih jauh ke arah perjanjian pajak ganda dengan negara-negara Arab.”

Ia melihat Italia, yang belum memperkenalkan sistem sesuai-Syariah, sebagai target pasar secara khusus.

“Ada sekira 70.000 perusahaan Arab di Italia dan beberapa jutawan Muslim. Perusahaan-perusahaan itu tampaknya berlindung pada bank-bank di Timur Tengah untuk memperoleh pengelolaan keuangan sesuai-Syariah. Malta hanya sejauh 90 km dari Italia, dan juga anggota Uni Eropa,” tegasnya.

“Akan menjadi lebih efisien bagi mereka untuk memanfaatkan pembiayaan yang tersedia di Malta atau untuk menginvestasikan kas berlebihnya di sini.”

Sumber: IslamOnline.net

Tinggalkan Balasan