Posted by: admin on: 27 Desember 2011
Sultan Sokoto, Alhaji Saad Abubakar III pada hari Ahad di desa Imolisa, Ogun, Nigeria, mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang digambarkannya sebagai kurangnya persatuan di antara warga Muslim di negerinya.
Abubakar menyampaikan pengamatannya itu ketika mendeklarasikan pembukaan Kursus Vokasi Islam ke-92 yang diorganisir oleh Muslim Students Society of Nigeria (MSSN), Zona B.
Ia mengatakan, meskipun warga Muslim merupakan mayoritas di Nigeria, tetapi mereka tidak bisa bicara dengan satu suara karena mereka tidak bersatu.
Kendatipun begitu, Sultan yang termasuk ke dalam 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh 2011 versi The Royal Islamic Strategic Studies Center itu mengatakan, masih ada harapan ketika para pemimpin Muslim mulai menyadari persoalan tersebut dan bergerak mencari solusinya.
“Amat penting bagi Muslim untuk berkumpul dan berbincang mengenai berbagai isu yang berimbas kepada Islam, di mana (dalam pertemuan itu) para pemimpin akan berinteraksi dengan para pemuda,” kata Abubakar kepada para pemuda, yang berasal dari bagian selatan Nigeria.
Ia mengatakan bahwa dengan interaksi semacam itu, pelbagai persoalan yang dihadapi warga Muslim akan dapat didiskusikan dan diselesaikan.
Berbicara tentang ekstrimisme dan kekerasan di dalam negeri, ia mengatakan bahwa Islam tidak pernah mendukung mereka yang menggunakan kekerasan demi memeroleh tujuan mereka.
Ia mengatakan bahwa media juga tidak banyak menolong ketika dengan cepat melabeli aksi kekerasan sebagai perbuatan kalangan Muslim “tanpa menunggu kesimpulan proses investigasi .”
“Kapan Boko Haram menjadi sekelompok gurita dengan begitu banyak tentakel?”
“Itu ketika orang-orang berbuat kejahatan belakangan ini dan mereka bersembunyi di balik Boko Haram” kata Sultan dengan nada mengeluh.
Sumber: IINA
Komentar Terakhir