Nyiar

Akram Mourad; Inventor Muda Tunisia Penemu Baterai Unggul

Posted by: admin on: 11 Januari 2012

Berkat teknologi temuannya, Akrem Mourad, pemuda Tunisia usia 21 tahun, meraih juara pertama Anugerah Kreativitas Ilmiah dan Invensi Teknologi yang diadakan oleh Organisasi Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Liga Arab (ALECSO).

Anugerah tersebut diberikan kepada para peneliti muda Arab yang melakukan pencapaian besar dalam hal inovasi, yang untuk tahun 2011 ditujukan bagi bidang energi dan lingkungan.  Dr. Mohamed Aziz Ben Achour, Direktur Jenderal ALECSO, memberikan penghargaan itu dalam upacara penutupan Sesi ke-95 Pertemuan dewan Eksekutif ALESO pada 28 Desember lalu.

Akram Mourad memenangkan hadiah berkat penelitiannya dalam bidang energi listrik berupa penemuan baterai jenis baru dengan sejumlah keunggulan.

Sekira 18 kandidat yang berasal dari sembilan negara Arab mengikuti  seleksi, mulai dari Tunisia, Yordan, Bahrain, Oman, Suriah, Iraq, Arab Saudi, Palestina, dan Mesir. Mereka memperebutkan gelar Young Arab Researchers for the Year of 2011. Melalui penganugerahan ini, pihak ALECSO bermaksud menyebarluaskan budaya penelitian ilmiah dan inovasi di kalangan peneliti dan penemu muda Arab.

Akrem Mourad, inventor muda dari Tunisia itu, memeroleh juara pertama anugerah ALECSO untuk penemuan baterai ponsel yang dapat di-charge hanya dalam 50 detik.

Akrem Mourad dilahirkan pada 26 Desember 1990 di distrik Halfaouin, yang masih jadi tempat tinggalnya hingga kini.

Meskipun ia kini telah lulus dari tahun di Preparatory Institute of Engineering, di Monastir, Akrem mengaku bahwa dirinya tidak begitu bagus dalam pencapaian akademis. Mourad menegaskan bawa sejak tahun-tahun awal ia bersekolah ia punya masalah untuk mengingat apa yang ditugaskan kepadanya. Ia memandang bahwa teknik-teknik belajar hafalan yang digunakan dalam sistem pendidikan Tunisia itu membatasi potensinya dan minatnya akan sesuatu yang menantang. Untuk alasan ini, mata pelajaran favoritnya selalu fisika dan teknik elektro–sebab ia merasakan mapel-mapel itu menstimulasi dirinya secara intelektual.

TunisiaLive berbincang dengan Akrem untuk memeroleh pandangannya seputar beragam topik penting.

Sejak kapan kamu berpikir untuk menciptakan penemuan?

Aku selalu berpikir untuk melakukan penemuan — bahkan sejak aku mampu mengingat. Aku selalu bereksperimen dengan penemuan, bahkan dengan mainan-mainanku sewaktu aku masih kanak-kanak. Aku percaya bahwa penemuan itu hanya sebentuk kreativitas dan kemampuan itu sudah bawaan. Ketika diberi sebuah mainan baru, sebagian besar bocah akan bermain-main dengannya dan akhirnya merusakkannya. Ketika aku masih kecil aku memikirkan cara-cara untuk membuat mainan-mainanku menjadi berbeda. Sangat sukar bagiku untuk berhenti berpikir. Aku sulit tidur di waktu malam karena biasanya dikerubuti oleh pemikiran-pemikiran dan ide-ide.  Benar-benar berat untuk datang dengan ide baru sama sekali. Untuk itu membutuhkan pemikiran yang out of the box.

Dapatkan kamu menceritakan, penemuan-penemuan apa saja yang telah kamu buat selama ini?

Seperti yang kukatakan, aku selalu punya berbagai ide dalam kepalaku. Penemuan konkrit pertamaku terjadi pada tahun 2008, saat aku menemukan otot artifisial–dan memenangkan sebuah penghargaan.

Kemudian aku menerima Anugerah Invensi terbaik pada tahun 2009 untuk sebuah alat yang dapat mengubah energi surya menjadi energi listrik dan energi pemanas air. Aku sudah mengajukan paten untuk penemuan ini, dan sekarang sedang menunggu persetujuan.

Penemuan terakhirku memenangkan penghargaan pertama ALECSO, berupa baterai ponsel yang dapat di-charge ulang dalam waktu 50 detik. Meskipun baterai ini cuma satu-satunya yang dapat kubuat dengan sumber daya yang tersedia bagiku, tapi secara teoritis, baterai yang di-charge dalam waktu lebih singkat dapat dibuat.

Apa yang membuat penemuan terakhirmu memenangkan juara pertama?

Baterai yang kubuat ini sebenarnya hanya langkah awal untuk menghasilkan produk-produk yang lebih kompleks. Berdasarkan prinsip-prinsip teroritis yang sama dalam pembuatan baterai ini, maka baterai laptop pun dapat dibuat juga. Sebagai langkah akhir, kita bahkan dapat menciptakan baterai jenis ini untuk keperluan mobil listrik.

Produk percontohan yang kubuat ini selangkah lebih maju dibanding model-model yang dikembangkan di Jepang dan Amerika. Jepang sudah membuat baterai serupa berdasarkan reaksi-reaksi kimia. Tak hanya batera itu menjadi terlalu mahal, tapi juga sangat rentan sebab bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan. Jika baterai ini digunakan dalam mobil listrik, resiko kecelakaannya dapat sangat mengerikan.

Amerika juga mengembangkan model serupa dengan memakai teknologi nano. Karena teknologi itu sangat canggih, biaya pengembangannya juga sangat-sangat besar.

Nah, baterai yang kubuat mungkin terasa cukup mahal untuk ukuran ponsel. Namun demikian, jika digunakan dalam skala besar, atau untuk mobil-mobil listrik, harganya akan sangat-sangat terjangkau. Juga tanpa resiko yang membahayakan kesehatan manusia.

Harapan kamu, penemuanmu akan jadi seperti apa di masa depan?

Impianku ialah dapat menyaksikan penemuanku diadopsi di Tunisia. Jika jadi diproduksi di Tunisia, maka itu akan menciptakan lapangan kerja bagi ribuan pemuda Tunisia yang masih pengangguran. Aku juga sudah mengajukan hak paten untuk produk ini di Tunisia,dan masih belum mendapat persetujuan. Aku membutuhkan persetujuan paten nasional sebelum dapat mengajukan hak paten internasional. Itupun paten internasional gila-gilaan mahalnya. Untuk alasan ini, aku berharap ada pihak-pihak yang memakai ide-ideku dan memberikan sponsor. Membuat penemuan itu butuh biaya, itulah mengapa para penemu biasanya bekerja secara tim bukannya sendirian.

Apa saja keuntungan dan kerugian menjadi seorang penemu?

Hal bagus dari menjadi seorang penemu ialah kenikmatan mencipta, dan menemukan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dalam pikiranku. Aku merasakan kesenangan mendalam dalam setiap proses fisik membuat penemuan.

Jeleknya menjadi seorang penemu itu ialah pikiranku sering merasa terpecah oleh ide-ideku sendiri. Hal ini memengaruhi belajarku, sehingga bahkan ibuku pun terkesan melihatku dapat melalui pendidikan SMA. Bagaimanapun, aku kemudian melatih diriku sendiri untuk terkadang berpikir seperti orang normal umumnya. Aku juga belajar memanfaatkan caraku berpikir — sebagai kemampuan untuk membangun solusi-solusi secara objektif. Sebagian besar orang secara tanpa sadar menempatkan diri mereka sendiri sebagai faktor dalam rumus ketika mereka memikirkan solusi suatu masalah tertentu. Sedangkan, aku dapat memikirkan sebuah masalah secara independen dari diriku sendiri.

Setelah kamu menyelesaikan pendidikan, apakah kamu akan tetap tinggal di Tunisia?

Jika Tunisia memakai penemuan-penemuanku, prioritasku tentu akan tinggal di sini dan melihat bagaimana perkembanagn proyeknya. Aku ingin membagikan penemuan-penemuanku kepada rakyat Tunisia secara bebas (free) jika mereka tertarik. Aku sungguh-sungguh berharap mendapat tawaran dari pemrintah Tunisia. Aku akan sangat senang untuk ikut serta membantu pembangunan ekonomi negeriku dan mempekerjakan tenaga kerja Tunisia.

Jujur saja aku merasakan semacam kecewaan, sebab aku benar-benar ingin memberi sumbangsih bagi industri teknologi Tunisia. Namun belum pernah diberi kesempatan. Industri teknologi di Tunisa ini sangat-sangat terbatas kemampuannya. Kita tertinggal jauh di seluruh bidang yang melibatkan teknologi canggih. Kita tidak bisa membuat produk kita sendiri, karena produk itu cenderung akan berkualitas rendah atau harganya jauh lebih mahal. Inilah mengapa kita perlu mendorong munculnya ide-ide inovatif dan kreatif.

Para individu kreatif dan para penemu mesti tinggal di Tunisia dan membantu memajukan industri teknologi tinggi kita. Tapi jika inovasi dimarjinalkan, maka para inovator akan melompat ke negara-negara asing yang memberi penawaran.

Sumber: TunisiaLive
http://www.tunisia-live.net/2011/12/28/young-tunisian-wins-prize-for-scientific-creativity-and-technological-invention/

http://www.tunisia-live.net/2012/01/07/interview-with-akrem-mourad-a-tunisian-prodigy/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.