Nyiar

Mengapa Perlu Miliki Hobi?

Posted by: admin on: 25 Januari 2012

Jika kamu belum punya satupun hobi, kamu mungkin penasaran mengapa orang-orang rela menghabiskan begitu banyak waktu dan usaha untuk melakukannya, atau mungkin kamu sekarang sedang mencari hobi.

Setelah membaca tulisan Jihan Anwar dari ProductiveMuslim.com ini, mudahan kamu akan terpicu untuk memiliki suatu hobi atau sekurangnya tidak akan memandang lagi hobi sebagai buang-buang waktu.

Apa yang kamu butuhkan untuk menjadi produktif?
Aku ingin buktikan kepadamu bahwa hobi benar-benar bisa membantu mendorong produktivitasmu. Ingin tahu bagaimana? Kita lihat dasar-dasarnya dan merinci apa saja yang sebenarnya kamu butuhkan untuk memperoleh level produktivitas maksimal:

Punya passion terhadap apa yang kamu kerjakan.
Merasakan adanya harga diri sewaktu mengerjakannya dan perasaan telah melakukan pencapaian sewaktu menyelesaikannya.
Mengusahakan betul-betul konsentrasi, fokus dan perhatiamu terhadap suatu pekerjaan khusus secara konsisten untuk rentang waktu yang berkelanjutan.
Berada di tempat terpisah jika kamu melakukan jenis pekerjaan yang membutuhkan kesendirian.
Dapat bekerja bersama orang lain jika kamu berada dalam sebauh tim.
Alokasikan periode waktu tertentu untuk melakukan pekerjaan bersama orang yang dengan mereka kamu akan bersama mengerjakannya (jika memang dibutuhkan).
Belajar atau melakukan sesuatu yang nyata yang betul-betuld ibutuhkan atau berguna.
Bereaksi terhadap kinerja yang buruk atau hasil yang tidak memuaskan dengan cara menyegarkan lagi ikhtiar dan mengokohkan motivasi.
Memiliki sebuah rutinitas.

Nah, dengan memiliki hobi maka kamu dapat melatih kemampuan-kemampuan di atas tadi, yang kamu butuhkan untuk menjadi produktif.

Mengembangkan Fokus dan Determinasi
Ada yang bilang bahwa kekuatan kemauan bisa diperbandingkan dengan kekuatan otot: kian sering kamu menggunakannya, kian kuatlah ia dan kian siaplah kamu menggunakannya.

Kabar baiknya ialah kamu juga dapat menarik manfaat hobi ke dalam ranah kehidupanmu yang lain. Kamu disemangati untuk menyaksikan keberhasilan pencapaianmu, yang karenanya kian mendorongmu untuk melakukan dengan lebih baik lagi.

Pemisahan diri dari materialisme
Karena tujuan memeroleh uang (meskipun tidak dilarang) bukanlah alasan bagimu melakukan sebuah hobi, maka dengan demikian kamu belajar untuk menghargai proses, dari awal hingga akhir, bukannya memusingkan perolehan material yang diperoleh.

Ini membantu mengembangkan gagasan tentang berkarya/bekerja, bahwa nilai dan kesenangan tidak hanya pada hasil akhir tetapi pada tahap-tahap yang telah memungkinkan kamu mencapai (hasil akhir) itu.

Memperluas Kreativitasmu
Hobi dapat memberimu kesempatan untuk menemukan bakat-bakat keren dan spesialmu yang masih tersembunyi.

Cobalah camkan, kreativitas bukan semata-mata dan tidak harus terkait dengan seni. Penyelesaian masalah (problem solving) bisa menjadi sebentuk kreativitas.

Mungkin kamu pernah mendengar ide-ide terobosan yang mengagumkan yang mengubah karir seseorang dan (ide-ide itu) datang menghampiri mereka sewaktu mereka melakukan kekiatan yang sama sekali tidak terkait.

Hobi membuatmu tetap  terjaga dalam keadaan aktif meskipun dalam hening, sehingga pikiranmu berada dalam keadaan rileks dan memungkinkan ide-ide mengalir secara lancar.

Mendorong Kemampuan Manajemen Waktu
Kamu memperoleh tanggungjawab lebih dan secara terus-menerus diharuskan untuk menjaga kendali-diri dan manajemen waktu (dalam melakukan hobi), tanpa harus mengalami stress gara-gara tekanan pihak luar.

Kamu harus beralih ke dalam perilaku disiplin dan termotivasi untuk menampilkan kemampuan terbaikmu.

Alat Perekat Keluarga
Jika Anda akan mengalami waktu yang sulit dengan keluarga, pertimbangkanlah untuk mencoba sebuah hobi bareng yang dapat Anda dan keluarga nikmati–atau setidaknya hobi yang tidak dibenci oleh Anda dan keluarga.

Hobi memiliki kapasitas untuk menghubungkan Anda dengan orang lain pada tingkat yang berbeda, atau bahkan akan menjadi solusi untuk mengusir kabut rasa sakit atau kerenggangan.

Memilih Hobi
Kegiatan yang produktif berarti kamu menggunakan waktu secara bermanfaat untuk hal-hal baik.

“Semua manusia berangkat menjual dirinya*, ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya.” (HR Muslim).

Tergantung padamu untuk menilai apakah kamu sudah menggunakan waktumu dengan cara terbaik, tetapi di bawah ini ada beberapa semacam panduan dasar yang dapat diikuti:

  • Haruslah kegiatan yang halal.
  • Tidak sampai mencuri waktu ibadah kepada Allah SWT atau membuatmu tambah sukar melakukan ibadah.
  • Haruslah ada manfaat langsungnya sekurangnya bagi kehidupan di dunia (misal: hobi olahraga bagus buat kesehatan)
  • Mengingatkanmu akan nikmat dan berkah dari Allah SWT
  • Kamu benar-benar menghasilkan sesuatu; baik dalam bentuk abstrak maupun nyata.
  • Memungkinkanmu merasa rileks dan terisi kembali.
  • Dikerjakan pada waktu luangmu (setelah selesai semua pekerjaan, tugas, pe-er, dsb.)
  • Harganya terjangkau; tidak semestinya kamu stress karena soal biaya.
  • Cobalah cari sejumlah aktivitas atau ide (misalnya: berenang, berkuda, panahan).

*) Menjual dirinya baik kepada Allah ta’ala dengan menta’ati-Nya atau kepada syetan dengan bermaksiat kepada-Nya.

Sumber: OnIslam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.