Posted by: admin on: 25 Januari 2012
Jumlah kalangan muda muslim Inggris, kebanyakannya keturunan Pakistan, yang menyimpang dari agama dan malah berakhir di penjara, kini cenderung bertambah, demikian menurut seorang ahli seperti dikutip laman IINA.
Ahtsham Ali, seorang imam dan konselor Muslim yang tergabung dalam Layanan Lembaga Pemasyarakatan, mempersalahkan “keretakan keluarga, permasalahan gara-gara perjodohan paksa, pemakaian obat-obatan, dan ketiadaan teladan seorang ayah” sebagai penyebab di balik meningkatnya jumlah Muslim yang menghuni penjara.
Posisi Ali dulunya secara khusus diadakan pada tahun 1999, mengingat peningkatan jumlah Muslim di penjara-penjara di Inggris dan Wales. Pada Maret 2010, terdapat 10.358 orang Muslim dari jumlah total 85.184 tahanan. Peningkatan dramatis ini terjadi hanya dalam dua dekade terakhir.
Dalam wawancaranya dengan suratkabar The Times, Ali mengatakan “Selama delapan setengah tahun saya bekerja, jumlahnya terus-terusan meningkat dan kini ada 10.437 orang Muslim — atau 12.65 persen dari total 86.600 tahanan.”
Angka tersebut hampir enam kali lipatnya dari jumlah pada 20 tahun lalu dan merepresentasikan 12.6 persen dari total populasi tahanan, bandingkan dengan jumlah 3 persen Muslim dibandingkan seluruh populasi. Ali menisbahkan peningkatan ini kepada para imam yang diimpor, yang tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris dan cuma berkutat dalam ritual-ritual keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa mereka (para imam itu) tidak mampu terhubung kepada kalangan muda yang merupakan generasi kedua dan ketiga yang tumbuh di Inggris. Ia mengatakan bahwa hampir semua masjid bak punya kerajaannya sendiri-sendiri dan merekalah yang memutuskan mau berbuat apa. Komite masjid terlihat seperti memiliki kekuatan super.
Lebih lanjut ia mengkritik sikap-sikap jadul di masjid-masjid di Inggris Raya atas kegagalan memahami kebutuhan kalangan muda Muslim yang tumbuh besar di sana.
“Ini merupakan sebuah tragedi. Saya telah menyaksikan sendiri, generasi muda, generasi masa depan, menjadi benar-benar terputus dari (agama) dan ini berbahaya.” kata Ali.
Ali mendesak agar masjid-masjid berubah menjadi lebih dapat diakses oleh generasi muda. Ia juga mengajak para pemuka agama agar membuat agama itu menyenangkan dan lebih menekankan pengajaran seputar etika keagamaan.
Namun demikian, alasan lain yang masuk akal tentang mengapa kaum Muslim menjadi sedemikian banyaknya di dalam penjara, sebagiannya ialah karena setengah dari total komunitas muslim merupakan anak muda usia di bawah 25 tahun, dan anak-anak muda agaknya cenderung melakukan kriminalitas.
Sumber: IINA
Komentar Terakhir