<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nyiar</title>
	<atom:link href="http://nyiar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nyiar.wordpress.com</link>
	<description>Dulur se-Kampung Berbagi Kabar</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:15:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nyiar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nyiar</title>
		<link>http://nyiar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nyiar.wordpress.com/osd.xml" title="Nyiar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nyiar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa Perlu Miliki Hobi?</title>
		<link>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/mengapa-perlu-miliki-hobi/</link>
		<comments>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/mengapa-perlu-miliki-hobi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 05:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyiar.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Jika kamu belum punya satupun hobi, kamu mungkin penasaran mengapa orang-orang rela menghabiskan begitu banyak waktu dan usaha untuk melakukannya, atau mungkin kamu sekarang sedang mencari hobi. Setelah membaca tulisan Jihan Anwar dari ProductiveMuslim.com ini, mudahan kamu akan terpicu untuk memiliki suatu hobi atau sekurangnya tidak akan memandang lagi hobi sebagai buang-buang waktu. Apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=128&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kamu belum punya satupun hobi, kamu mungkin penasaran mengapa orang-orang rela menghabiskan begitu banyak waktu dan usaha untuk melakukannya, atau mungkin kamu sekarang sedang mencari hobi.<span id="more-128"></span></p>
<p>Setelah membaca tulisan Jihan Anwar dari ProductiveMuslim.com ini, mudahan kamu akan terpicu untuk memiliki suatu hobi atau sekurangnya tidak akan memandang lagi hobi sebagai buang-buang waktu.</p>
<p><strong>Apa yang kamu butuhkan untuk menjadi produktif?</strong><br />
Aku ingin buktikan kepadamu bahwa hobi benar-benar bisa membantu mendorong produktivitasmu. Ingin tahu bagaimana? Kita lihat dasar-dasarnya dan merinci apa saja yang sebenarnya kamu butuhkan untuk memperoleh level produktivitas maksimal:</p>
<div>Punya passion terhadap apa yang kamu kerjakan.<br />
Merasakan adanya harga diri sewaktu mengerjakannya dan perasaan telah melakukan pencapaian sewaktu menyelesaikannya.<br />
Mengusahakan betul-betul konsentrasi, fokus dan perhatiamu terhadap suatu pekerjaan khusus secara konsisten untuk rentang waktu yang berkelanjutan.<br />
Berada di tempat terpisah jika kamu melakukan jenis pekerjaan yang membutuhkan kesendirian.<br />
Dapat bekerja bersama orang lain jika kamu berada dalam sebauh tim.<br />
Alokasikan periode waktu tertentu untuk melakukan pekerjaan bersama orang yang dengan mereka kamu akan bersama mengerjakannya (jika memang dibutuhkan).<br />
Belajar atau melakukan sesuatu yang nyata yang betul-betuld ibutuhkan atau berguna.<br />
Bereaksi terhadap kinerja yang buruk atau hasil yang tidak memuaskan dengan cara menyegarkan lagi ikhtiar dan mengokohkan motivasi.<br />
Memiliki sebuah rutinitas.</div>
<p>Nah, dengan memiliki hobi maka kamu dapat melatih kemampuan-kemampuan di atas tadi, yang kamu butuhkan untuk menjadi produktif.</p>
<p><strong>Mengembangkan Fokus dan Determinasi</strong><br />
Ada yang bilang bahwa kekuatan kemauan bisa diperbandingkan dengan kekuatan otot: kian sering kamu menggunakannya, kian kuatlah ia dan kian siaplah kamu menggunakannya.</p>
<p>Kabar baiknya ialah kamu juga dapat menarik manfaat hobi ke dalam ranah kehidupanmu yang lain. Kamu disemangati untuk menyaksikan keberhasilan pencapaianmu, yang karenanya kian mendorongmu untuk melakukan dengan lebih baik lagi.</p>
<p><strong>Pemisahan diri dari materialisme</strong><br />
Karena tujuan memeroleh uang (meskipun tidak dilarang) bukanlah alasan bagimu melakukan sebuah hobi, maka dengan demikian kamu belajar untuk menghargai proses, dari awal hingga akhir, bukannya memusingkan perolehan material yang diperoleh.</p>
<p>Ini membantu mengembangkan gagasan tentang berkarya/bekerja, bahwa nilai dan kesenangan tidak hanya pada hasil akhir tetapi pada tahap-tahap yang telah memungkinkan kamu mencapai (hasil akhir) itu.</p>
<p><strong>Memperluas Kreativitasmu</strong><br />
Hobi dapat memberimu kesempatan untuk menemukan bakat-bakat keren dan spesialmu yang masih tersembunyi.</p>
<p>Cobalah camkan, kreativitas bukan semata-mata dan tidak harus terkait dengan seni. Penyelesaian masalah (problem solving) bisa menjadi sebentuk kreativitas.</p>
<p>Mungkin kamu pernah mendengar ide-ide terobosan yang mengagumkan yang mengubah karir seseorang dan (ide-ide itu) datang menghampiri mereka sewaktu mereka melakukan kekiatan yang sama sekali tidak terkait.</p>
<p>Hobi membuatmu tetap  terjaga dalam keadaan aktif meskipun dalam hening, sehingga pikiranmu berada dalam keadaan rileks dan memungkinkan ide-ide mengalir secara lancar.</p>
<p><strong>Mendorong Kemampuan Manajemen Waktu</strong><br />
Kamu memperoleh tanggungjawab lebih dan secara terus-menerus diharuskan untuk menjaga kendali-diri dan manajemen waktu (dalam melakukan hobi), tanpa harus mengalami stress gara-gara tekanan pihak luar.</p>
<p>Kamu harus beralih ke dalam perilaku disiplin dan termotivasi untuk menampilkan kemampuan terbaikmu.</p>
<p><strong>Alat Perekat Keluarga</strong><br />
Jika Anda akan mengalami waktu yang sulit dengan keluarga, pertimbangkanlah untuk mencoba sebuah hobi bareng yang dapat Anda dan keluarga nikmati&#8211;atau setidaknya hobi yang tidak dibenci oleh Anda dan keluarga.</p>
<p>Hobi memiliki kapasitas untuk menghubungkan Anda dengan orang lain pada tingkat yang berbeda, atau bahkan akan menjadi solusi untuk mengusir kabut rasa sakit atau kerenggangan.</p>
<p><strong>Memilih Hobi</strong><br />
Kegiatan yang produktif berarti kamu menggunakan waktu secara bermanfaat untuk hal-hal baik.</p>
<p>&#8220;Semua manusia berangkat menjual dirinya*, ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Tergantung padamu untuk menilai apakah kamu sudah menggunakan waktumu dengan cara terbaik, tetapi di bawah ini ada beberapa semacam panduan dasar yang dapat diikuti:</p>
<ul>
<li>Haruslah kegiatan yang halal.</li>
<li>Tidak sampai mencuri waktu ibadah kepada Allah SWT atau membuatmu tambah sukar melakukan ibadah.</li>
<li>Haruslah ada manfaat langsungnya sekurangnya bagi kehidupan di dunia (misal: hobi olahraga bagus buat kesehatan)</li>
<li>Mengingatkanmu akan nikmat dan berkah dari Allah SWT</li>
<li>Kamu benar-benar menghasilkan sesuatu; baik dalam bentuk abstrak maupun nyata.</li>
<li>Memungkinkanmu merasa rileks dan terisi kembali.</li>
<li>Dikerjakan pada waktu luangmu (setelah selesai semua pekerjaan, tugas, pe-er, dsb.)</li>
<li>Harganya terjangkau; tidak semestinya kamu stress karena soal biaya.</li>
<li>Cobalah cari sejumlah aktivitas atau ide (misalnya: berenang, berkuda, panahan).<span style="font-size:xx-small;"><br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:xx-small;">*) Menjual dirinya baik kepada Allah ta’ala dengan menta’ati-Nya atau kepada syetan dengan bermaksiat kepada-Nya.</span></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.onislam.net/english/family/husbands-and-wives/well-being/455269-why-should-you-entertain-a-hobby-.html" target="_blank">OnIslam</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nyiar.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nyiar.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=128&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/mengapa-perlu-miliki-hobi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1bac6a37e7e3ffd957942f64f5bb38a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Dia 10 Cara agar Tidak Menikahi Orang yang Keliru</title>
		<link>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ini-dia-10-cara-agar-tidak-menikahi-orang-yang-keliru/</link>
		<comments>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ini-dia-10-cara-agar-tidak-menikahi-orang-yang-keliru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 05:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyiar.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Dr. Nafisa Sekandari dan Sr. Hosai Mojaddidi Ada cara benar dan cara salah dalam mengenal seseorang untuk dinikahi.  Cara salah yakni dengan mengejar &#8220;asyiknya&#8221; berdekatan, dan selama prosesnya justru sama sekali lupa menanyakan hal-hal kritis yang sebenarnya membantu menentukan kecocokan. Salah satu kesalahan besar yang banyak dilakukan ialah tergesa-gesa menikah tanpa mengenali seseorang secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=125&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh:<em> Dr. Nafisa Sekandari dan Sr. Hosai Mojaddidi</em></p>
<p>Ada cara benar dan cara salah dalam mengenal seseorang untuk dinikahi.  Cara salah yakni dengan mengejar &#8220;asyiknya&#8221; berdekatan, dan selama prosesnya justru sama sekali lupa menanyakan hal-hal kritis yang sebenarnya membantu menentukan kecocokan. Salah satu kesalahan besar yang banyak dilakukan ialah tergesa-gesa menikah tanpa mengenali seseorang secara tepat dan menyeluruh. Ada mitos umum bahwa durasi pacaran cukup akurat untuk mengukur tingkat kecocokan. Masalahnya ialah tidak adanya perenungan tentang bagaimana waktu kebersamaan itu dihabiskan. <span id="more-125"></span></p>
<p>Jika Anda atau kenalan Anda sedang dalam fase &#8220;mengenal seseorang&#8221; (ta&#8217;aruf), panduan berikut ini menyuguhkan secara pasti apa-apa saja yang harus diperhatikan dan diabaikan:</p>
<p><strong>1) Jangan Nikahi &#8216;Potensi&#8217;</strong><br />
Kerapkali kaum adam berpikir menikahi seorang perempuan dengan berharap bahwa si perempuan tidak akan  berubah, sementara kaum hawa menimbang-nimbang menikahi seorang pria yang diharapkan dapat dia ubah. Ini pendekatan keliru bagi kedua belah pihak. Jangan mengasumsikan bahwa Anda dapat mengubah seseorang setelah Anda menikahinya, atau bahwa si pasangan dapat mencapai potensinya. Tidak ada jaminan akhir bahwa perubahan-perubahan itu akan menjadi lebih baik. Kenyatannya, seringkali menjadi lebih buruk.</p>
<p>Jika Anda tidak dapat menerima seseorang atau membayangkan hidup dengannya sebagaimana ia sekarang, maka jangan nikahi. Perbedaan-perbedaan ini bisa mencakup beberapa hal seperti, ideologi atau perbedaan praktik keagamaan, kebiasaan, masalah kebersihan (higienitas), kemampuan berkomunikasi, dan sebagainya.</p>
<p><strong>2) Pilihlah Karakter Di Atas <em>Chemistry</em></strong><br />
Sekalipun <em>chemistry </em>dan ketertarikan tak diragukan lagi memang penting, tetapi karakter berada di atas keduanya. Sebuah kutipan terkenal mengatakan: &#8220;<em>Chemistry </em>memantik nyala api, tetapi karakterlah yang menjaganya terus bergelora.&#8221; Ide tentang &#8220;jatuh cinta&#8221; jangan sampai dijadikan satu-satunya alasan untuk menikahi seseorang; karena sangatlah mudah untuk menganggap gairah dan birahi sebagai cinta.</p>
<p>Ciri-ciri karakter terpenting yang patut dicari meliputi: <em>kerendahan hati, kebaikan, tanggung jawab, dan kebahagiaan.</em> Berikut ini penjelasan lebih rinci untuk masing-masing ciri:</p>
<p><strong>Kerendahan hati:</strong> Orang yang rendah hati tidak pernah menuntut (penghargaan) orang, tetapi selalu melakukan hal yang benar dari diri mereka sendiri. Mereka meletakkan nilai-nilai dan prinsip di atas kenyamanan dan kesenangan. Mereka tak mudah marah, bersederhana, dan menjauhkan diri dari materialisme.</p>
<p><strong>Kebaikan</strong>: Orang baik ialah pemberi sejati. Mereka berusaha untuk membahagiakan dan meminimalisir penderitaan orang lain. Untuk mengetahui apakah seseorang itu pemberi, amatilah bagaimana mereka memperlakukan keluarga, saudara, dan orang tua mereka. Apakah mereka bersikap penuh terima kasih kepada ortu mereka untuk segala apa yang telah dilakukan ortu kepada mereka? Jika tidak, maka ketahuilah bahwa mereka tidak akan pernah menghargai apa-apa yang kamu lakukan untuk mereka. Bagaimana mereka memperlakukan orang-orang yang tidak harus mereka hadapi dengan baik (seperti pramusaji, sales, pegawai/bawahan, dlsb)? Bagaimana mereka membelanjakan uang mereka? Bagaimana mereka mengatasi kemarahan; kemarahan mereka sendiri dan reaksi mereka terhadap kemarahan orang lain?</p>
<p><strong>Tanggung jawab</strong>: Seorang yang bertanggung jawab memiliki kestabilan dalam hal keuangan, hubungan, pekerjaan, dan karakternya. Anda dapat mengandalkan orang semacam ini dan mempercayai apa yang mereka katakan.</p>
<p><strong>Kebahagiaan</strong>: Seorang yang bahagia merasa puas dengan bagian kehidupannya sendiri. Mereka merasa baik-baik saja dengan diri mereka dan tentang kehidupan mereka. Mereka fokus kepada yang mereka punyai, bukannya kepada yang tidak mereka miliki. Mereka sangat jarang mengeluh.</p>
<p><strong>3) Jangan Abaikan Kebutuhan Emosional Partner Anda</strong><br />
Baik itu laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki kebutuhan emosional. Dan agar hubungan berpasangan bisa sukses, kebutuhan-kebutuhan tersebut mesti saling bertemu. Kebutuhan emosional mendasar bagi perempuan adalah untuk dicintai. Kebutuhan emosional mendasar bagi laki-laki adalah untuk dihormati dan dihargai.</p>
<p>Untuk membuat seorang perempuan merasa dicintai, berikan padanya 3 A: Atensi (Perhatian), Afeksi (Kasih Sayang), dan Apresiasi (Penghargaan). Untuk membuat seorang laki-laki merasa dicintai, berikan padanya 3 R: Respect (Rasa hormat), Rassurance (Penentraman), dan Relief (Sokongan).</p>
<p>Adalah kewajiban bagi setiap pasangan untuk saling memastikan bahwa yang lainnya juga bahagia, karena hal ini akan meningkatkan perasaan intim. Sepanjang setiap pasangan saling terpenuhi kebutuhan emosionalnya, hubungan yang intim akan berkembang subur.</p>
<p>Tatkala seorang laki-laki bersungguh-sungguh memenuhi kebutuhan emosional istrinya, maka sang istri akan merasa lebih terdorong untuk juga memenuhi hasrat seksual sang suami. Sebaliknya, ketika seorang perempuan bersungguh-sungguh memenuhi kebutuhan emosional suaminya, maka sang suami akan merasa lebih terpacu untuk memberinya kasih sayang, cinta dan penghargaan yang dia inginkan dari sang suami. Saling bersama dalam melakukan hal ini mendorong sikap memberi dan menerima.</p>
<p><strong>4) Hindari Sikap Menolak Rencana Hidup</strong><br />
Dalam pernikahan, Anda dapat tumbuh bersama-sama atau tumbuh sendiri-sendiri. Saling berbagi tujuan yang sama dalam hidup akan meningkatkan kesempatan bagi Anda untuk tumbuh bersama.</p>
<p>Anda mesti mengetahui apa yang benar-benar digeluti seseorang. Dengan kata lain, apa hal yang benar-benar mereka jadikan <em>passion</em>? Kemudian tanya diri Anda sendiri, &#8220;Apakah aku respek terhadap passion ini?&#8221; &#8220;Apakah aku respek terhadap apa yang mereka geluti?&#8221;</p>
<p>Kian spesifik Anda mendefinisikan diri Anda sendiri, misalnya nilai-nilai yang Anda anut, keyakinan Anda, gaya hidup Anda, maka akan makin baik pula peluang Anda untuk menemukan pasangan hidup, belahan jiwa, si dia yang menurut Anda paling cocok.</p>
<p>Ingatlah, sebelum Anda memutuskan dengan siapa akan menempuhi perjalanan, Anda harus terlebih dahulu menentukan tujuan Anda.</p>
<p><strong>5) Hindari Kegiatan Fisik atau Seks Pranikah</strong><br />
Sadarilah bahwa ada kebijaksanaan yang luar biasa mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk menjauhkan diri dari keintiman sebelum proses pernikahan; perintah itu mencegah bahaya besar dan juga memelihara kesucian kehormatan yang paling diberkahi dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Di samping konsekuensi-konsekuensi keagamaan yang sudah jelas,  ketika sebuah hubungan fisik dilakukan sebelum waktunya, maka masalah-masalah penting seperti karakter, filosofi hidup, dan kecocokan akan menjadi terkesampingkan. Akibatnya, segala sesuatuanya diromantisasi, dan bahkan menjadi sukar untuk memikirkan persoalan-persoalan penting apa saja yang perlu dibicarakan bersama pasangan.</p>
<p>Komitmen intelektual mesti dibangun terlebih dahulu sebelum komitmen emosional atau seksual.</p>
<p><strong>6) Hindari Kurangnya Hubungan Emosional</strong><br />
Ada empat pertanyaan yang mesti Anda jawab YA:</p>
<ul>
<li><strong>Apakah aku menghormati dan mengagumi orang ini?</strong> Sebutkan secara jelas (spesifik), apa yang saya hormati dan kagumi dari orang ini?</li>
<li><strong>Apakah aku mempercayai orang ini?</strong> Dapatkan aku mengandalkannya? Apakah aku percaya penilaian dan pandangan-pandangannya? Apakah aku mempercayai kata-katanya? Dapatkah aku memercayai apa yang mereka katakan?</li>
<li><strong>Apakah aku merasa aman? </strong>Apakah aku merasa aman/tentram secara emosional bersama orang ini? Dapatkah aku terlihat rentan (<em>vulnerable</em>) di dekatnya? Dapatkah aku menjadi diri sendiri? Dapatkah aku terbuka? Dapatkah aku mengekspresikan diriku sendiri?</li>
<li><strong>Apakah aku merasa tenang dan tentram bersama orang ini?</strong></li>
</ul>
<p>Jika jawabannya &#8220;Aku tidak tahu&#8221;, &#8220;Aku tidak yakin&#8221; dan semacamnya, maka teruslah mengevaluasi, sampai Anda tahu dengan pasti dan benar-benar memahami bagaimana perasaan Anda. Jika Anda sekarang saja tidak merasa aman, maka Anda tidak akan merasa aman ketika menikahinya. Jika sekarang saja Anda tidak mempercayainya, maka ini tidak akan berubah ketika Anda menikah!</p>
<p><strong>7) Berikan Perhatian terhadap Kegelisahan Emosional Anda</strong><br />
Memilih seseorang yang Anda tidak merasa aman secara emosional bersamanya, bukanlah resep yang bagus untuk sebuah hubungan pernikahan yang langgeng dan penuh cinta. Memiliki rasa aman secara emosional adalah landasan sebuah pernikahan yang kokoh dan sehat. Ketika Anda merasa tidak aman, Anda tidak dapat mengekspresikan perasaan dan pandangan-pandangan Anda. Belajarlah bagaimana mengenali apakah Anda berada dalam sebuah hubungan yang menyimpang (tidak sehat).</p>
<p>Jika Anda merasa bahwa Anda harus memonitor segala apa yang Anda katakan, jika Anda bersama seseorang dan Anda merasa tidak dapat benar-benar mengekspresikan diri Anda secara tulus apa adanya, dan selalu nerasa seperti berjalan di atas cangkang telur, maka kemungkinan besar Anda berada dalam hubungan yang abusif (tidak sehat). Perhatikanlah beberapa hal berikut ini:</p>
<p><strong>Serba mengontrol tingkah laku</strong>: Hal ini mencakup cara Anda bertindak, cara Anda berpikir, cara Anda berpakaian, cara Anda mengenakan hijab, dan cara Anda menghabiskan waktu Anda. Ketahuilah perbedaan antara &#8220;sikap sekadar memberi saran&#8221; dengan &#8220;sikap menuntut&#8221;. Sikap menuntut merupakan sebentuk ekspresi suka mengontrol/mendominasi. Sekalinya ia menuntut, maka Anda dipaksa harus melakukannya, atau kalau tidak akan ada konsekuensinya. Semua hal ini jelas merupakan tanda-tanda kepribadian yang abusif.</p>
<p><strong>Perihal kemarahan</strong>: Termasuk jenis ini ialah seseorang yang gemar meninggikan suara mereka, yang pemarah, yang suka memarah-marahi Anda, yang suka memaki-maki Anda, dan sejenisnya. Anda tidak harus pasrah terhadap perlakuan jenis ini. Banyak orang yang menoleransi perilaku seperti ini biasanya berasal dari latar belakang yang abusif. Jika ini yang menjadi kasus Anda atau kenalan Anda, segeralah meminta pertolongan. Bereskanlah masalah-masalah &#8216;kemarahan&#8217; itu sebelum Anda menikah, atau bahkan sebelum Anda  memikirkan tentang pernikahan.</p>
<p><strong>8) Hati-hati terhadap Kurangnya Keterbukaan Pasangan Anda</strong><br />
Banyak pasangan melakukan hal keliru dengan tidak membeberkan semuanya di atas meja untuk didiskusikan sejak awal. Tanyalah diri Anda sendiri, &#8220;Apa saja yang aku butuh ketahui agar sepenuhnya yakin bahwa aku ingin menikahi orang ini?&#8221; &#8220;Apa yang mengusik/mengganggu tentang orang ini atau tentang hubungan ini?&#8221; Adalah penting untuk mengenali apa yang mengusikmu/mengganggum Anda, hal-hal yang Anda prihatinkan, hal-hal yang Anda takutkan untuk diangkat dalam sebuah diskusi. Kemudian Anda harus mendiskusikannya secara jujur. Ini merupakan cara ampuh untuk menguji kekuatan hubungan Anda.</p>
<p>Mengangkat persoalan-persoalan ini ketika ada konflik merupakan kesempatan bagus untuk benar-benar mengevaluasi seberapa baik Anda berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja bersama layaknya sebuah tim. Ketika orang terlibat ke dalam pertengkaran soal kuasa, dan hanya bisa saling menyalahkan satu sama lain, maka itu menjadi indikasi bahwa mereka tidak bekerja secara tim dengan baik. Juga penting untuk bersikap rentan (vulnerable) di dekat satu sama lain.</p>
<p>Ajukanlah pertanyaan mendalam satu sama lain dan lihat bagaimana tanggapan pasanganmu. Bagaimana mereka menanganinya? Apakah mereka bersikap defensif? Apakah mereka menyerang? Apakah mereka menarik diri? Apakah mereka jengkel? Apakah mereka menyalah-nyalahkanmu? Apakah mereka tidak memedulikannya? Apakah mereka menyembunyikannya atau merasionalisasikannya? Jangan cuma dengarkan apa yang mereka katakan, tetapi perhatikan juga baik-baik bagaimana mereka mengatakannya.</p>
<p><strong>9) Hati-hati Menghindari Tanggungjawab Pribadi</strong><br />
Amatlah penting untuk terus mengingat bahwa tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda. Banyak orang melakukan kesalahan dengan berpikir bahwa seseorang yang akan memenuhi kebahagiaannya dan membuat hidupanya lebih baik dan itu dijadikan alasan untuk menikah. Orang gagal menyadari bahwa jika mereka tidak bahagia sebagai seorang lajang, mereka akan terus merasakan kenestapaan ketika mereka menikah.</p>
<p>Jika Anda sekarang tidak bahagia dengan diri sendiri, tidak menyukai diri Anda sendiri, tidak menyukai arah kehidupan Anda yang kini sedang berjalan, maka alangkah pentingnya untuk bertanggungjawab terhadap hal-hal tadi itu, dan segera memperbaiki kehidupan Anda sebelum mempertimbangkan untuk menikah. Jangan sampai membawa-bawa persoalan-persoalan ini ke dalam pernikahan Anda dan berhaap pasangan Anda akan menyelesaikannya.</p>
<p><strong>10) Perhatikan Kurangnya Kesehatan Emosional dan Availabilitas Calon Pasangan Anda</strong><br />
Banyak orang memilih pasangan yang tidak sehat secara emosional atau tidak <em>available </em>secara emosional. Satu permasalahan besarnya ialah ketika seorang pasangan tidak mampu menyeimbangkan ikatan emosional dengan anggota keluarga,  pernikahan akan berakhir dengan jumlah 3 (atau lebih) orang, bukannya 2 orang. Contohnya jika seorang laki-laki begitu sangat bergantung kepada ibunya dan membawa-bawa kebergantungan itu ke dalam pernikahan; tanpa diragukan lagi, inilah resep menuju bencana. Juga penting untuk mempertimbangkan hal-hal berikut:</p>
<p><strong>Hindari orang yang dalam jiwa mereka kosong secara emosional.</strong> Termasuk jenis ini ialah orang yang tidak menyukai diri mereka sendiri karena mereka kekurangan kemampuan untuk bisa available secara emosional. Mereka selalu terkungkung oleh kekurangan, perasaan tidak aman, dan pemikiran-pemikiran negatif mereka sendiri. Mereka terus-menerus bergulat dengan depresi, merasa tidak bahagia, terisolasi, berada dalam keadaan kritis dan gemar menghakimi; cenderung untuk tidak memiliki satupun sahabat yang benar-benar dekat, dan seringkali tidak mempercayai orang atau malah merasa takut terhadap orang lain. Tanda lainnya ialah mereka selalu merasa kebutuhan mereka tidak kunjung terpenuhi; mereka terlampau sensitif dalam soal hak, dan merasa marah ketika mereka menganggap orang lain seharunya peduli terhadap mereka tapi tidak memberikan kepedulian itu. Mereka merasa terhimpit oleh kebutuhan orang lain dan mudah sebal terhadap orang lain. Orang-orang semacam ini tidak bisa available secara emosional untuk kemudian membangun hubungan yang sehat bersama mereka.</p>
<p><strong>Kecanduan j</strong>uga dapat membatasi tingkatan availabilitas pasangan demi membangun hubungan emosional yang kuat. Jangan pernah nikahi seorang pencandu. Kecanduan tidak hanya terbatas pada obata-obatan dan alkohol. Bisa saja kecanduan dan ketergantungannya terhadap pekerjaan, hobi, olahraga, belanja, uang, kuasa, status, materi, dan sebagainya. Ketika seseorang memiliki kecanduan, mereka tidak akan dan tidak bisa available secara emosional untuk kemudian membangun hubungan dekat denganmu!</p>
<p><strong>Beberapa poin tambahan untuk dipertimbangkan:</strong><br />
1. Kenyataannya tida ada seorangpun yang akan terlihat seperti umur 25 tahun untuk selamanya. Pada puncaknya, kita mencintai sosok yang kita nikahi lebih dari karena penampilan mereka. Ketika kita mengetahui bahwa seseorang itu kita cintai dan kagumi, kita akan mencintai mereka karena inner beauty dan hal-hal yang esensial.</p>
<p>2. Sekalinya kita menemukan seseorang, yang secara sadar atau tanpa sadar sangat kita inginkan, semuanya kita anggap baik-baik saja sehingga kita memutuskan untuk tidak mempertanyakan atau melihat apa-apa yang jelas-jelas terlihat di depan mata kita: bahwa ternyata mereka kasar terhadap pramusaji, doyan membicarakan kesusahan orang lain, kasar terhadapmu, dan sebagainya. Hendaknya kita tidak berhenti bertanya, &#8220;Apa maksudnya ini semua berkaitan dengan karakter mereka?&#8221;</p>
<p>3. Jangan pernah pisahkan seseorang dari keluarga mereka, latar belakang, pendidikan, sistem keyakinan, dan sebagianya. Hal ini bisa diklarifikasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jelas. Ajukanlah pertanyaan seperti, &#8220;Bagaimana menurutmu gaya hidup sederhana (simple) itu?&#8221; &#8220;Apa yang kamu harapkan daris ebuah pernikahan?&#8221; &#8220;Bagaimana kamu akan membantu dalam urusan rumah tangga?&#8221; Lalu bandingkan pendapatmu dengan jawaban mereka.</p>
<p>4. Bersikaplah felksibel. Jadilah orang yang berpikiran terbuka!</p>
<p>5. Mengorbankan kebahagiaan pernikahan tidak boleh dikacaukan dengan tindakan martir. Seharusnyalah pernikahan itu melahirkan kebahagiaan dan menyaksikan sosok pasangan juga bahagia karena hubunganmu dengannya.</p>
<p>6. Moralitas dan spiritualitas merupakan kualitas yang sejatinya menentukan seseorang, baru disusul oleh faktor kecantikan, kekayaan, dan kesehatan. Sosok orang yang tinggi tingkat spiritualitas dan moralitasnya akan berdiri setia mendampingimu dalam penderitaan dan kegetiran. Jika seseorang tidak sadar-Tuhan dan tidak menjalankan kewajibannya kepada Tuhan, maka mengapa kamu harus mengharapkan mereka memenuhi hak-hak yang dibebankan kepadamu untuk mereka?  Pasangan ideal ialah sosok orang yang memelihara kemurnian berkeluarga yang membutuhkan tingkatan tertentu dalam hal pengendalian-diri dan disiplin-diri. Sebagaimana juga keyakinan bahwa hubungan fisik itu tetap memasukkan hubungan spiritual dan emosional. Mengetahui kesamaan dan keseimbangan antara aspek emosional dan spiritual sebuah hubungan, merupakan kunci utama bagi pernikahan yang sehat dan tumbuh baik.</p>
<p>Sumber: <a href="http://mentalhealth4muslims.com/2010/03/31/10-ways-to-marry-the-wrong-person/" target="_blank">MentalHealth4Muslim</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nyiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nyiar.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=125&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ini-dia-10-cara-agar-tidak-menikahi-orang-yang-keliru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1bac6a37e7e3ffd957942f64f5bb38a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ateis London Berulah dan Ngeyel Membangkang Teguran</title>
		<link>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ateis-london-berulah-dan-ngeyel-membangkang-teguran/</link>
		<comments>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ateis-london-berulah-dan-ngeyel-membangkang-teguran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyiar.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok ateis di University College London berulah dengan mempublikasikan kartun yang menggambarkan Yesus dan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah laman web. &#8220;[Kami memiliki] tanggung jawab untuk menjaga dan mendorong kebebasan berekspresi di antara para anggota kami, memastikan dihargainya perbedaan di antara anggota kami, dan mencapai adanya kesempatan yang setara bagi anggota kami,&#8221; kata pihak Persatuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=123&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelompok ateis di University College London berulah dengan mempublikasikan kartun yang menggambarkan Yesus dan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah laman web.<span id="more-123"></span></p>
<p>&#8220;[Kami memiliki] tanggung jawab untuk menjaga dan mendorong kebebasan berekspresi di antara para anggota kami, memastikan dihargainya perbedaan di antara anggota kami, dan mencapai adanya kesempatan yang setara bagi anggota kami,&#8221; kata pihak Persatuan Mahasiswa (semacam BEM) dalam pernyataannya seperti dilaporkan The Guardian pada Jumat (13/01) dan dikutip laman OnIslam.</p>
<p>&#8220;Persatuan Mahasiswa UCL berkehendak memelihara hubungan baik di antara berbagai macam kelompok mahasiswa dan mewujudkan lingkungan yang tentram tempat semua mahasiswa dapat merasakan manfaatnya tanpa memandang agama maupun keyakinan mereka,&#8221; lanjut pernyataan itu, sebagai respon atas ulah kelompok ateis.</p>
<p>Permasalahan bermula ketika Perhimpunan Ateis Sekuleris Humanis University College London mempublikasikan kartun yang menggambarkan nabi Isa AS dan nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Perhimpunan ateis itu menggunakan judul yang diambil dari sebuah buku komik (Jesus and Mo, buatan seorang kartunis Inggris yang memakai pseudonym Mohammed Jones) untuk mengiklankan kegiatan di Facebook.</p>
<p>Menyusul adanya aduan dari para mahasiswa, persatuan mahasiswa pun menasihati pihak ateis bahwa alangkah &#8220;bijaksana&#8221; nya jika kartun tersebut diturunkan.</p>
<p>Tetapi pihak ateis menolak, dan malah meluncurkan petisi daring untuk &#8220;mempertahankan kebebasan berekspresi di University College London&#8221; dan mengkritisi &#8220;segala upaya untuk menyensor&#8221; organisasinya.</p>
<p>Pada Kamis paginya, petisi tersebut telah memeroleh 3.000 penandatangan, termasuk sekuleris totok Richard Dawkins.</p>
<p>Petisi itu juga mendapat dukungan dari Asosiasi Humanis Inggris,  Perhimpunan Sekuler Nasional, Federasi Ateis Nasional, Perhimpunan Mahasiswa Sekuler dan Humanis, dan majalah New Humanist.</p>
<p>Menghadapi pembangkangan pihak Perhimpunan, juru bicara Persatuan mengatakan bahwa permintaan untuk menghapus kartun tetap berlaku, tetapi keputusan terkait pengiklanan kegiatan merupakan kebebasan dari pihak perhimpunan masing-masing.</p>
<p>&#8220;Presiden Perhimpunan (Ateis) menjadi pihak yang bertanggung jawab atas publikasi yang mereka lakukan, dan (publikasi itu) tidak melalui pemeriksaan oleh Persatuan Mahasiswa UCL  terkait penyebarluasannya,&#8221; kata pihak Persatuan.</p>
<p>&#8220;Mereka telah diberikan &#8216;pelatihan kesetaraan&#8217; dalam menjalankan sebuah perhimpunan, untuk membantu mereka memahami perlunya keseimbangan di antara kebebasan berekspresi dan sensitivitas kultural.&#8221;</p>
<p>Perhimpunan ateis menganggap tindakan (pihak Persatuan) itu sebagai bentuk kemenangan atas keputusannya yang tetap menampilkan kartun kontroversial, dan berterima kasih kepada ribuan sekuleris yang telah menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan.</p>
<p>&#8220;Persatuan Mahasiswa UCL telah mengakui berbuat salah dan korespondensi awal dengan (perhimpunan) kami adalah keliru,&#8221; kata presiden Perhimpunan, Robbie Yellon, dalam sebuah pernyataan di laman Facebook-nya.</p>
<p>&#8220;Persatuan kini tengan menijau ulang sikapnya dalam persoalan ini dan telah menyampaikan bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi. Mereka tidak bisa lagi menyuruh kami untuk menarik gambar (kartun) itu.&#8221;</p>
<p><strong>Tindakan pendisiplinan</strong><br />
Meskipun kelompok-kelompok di dalam universitas mendapat jaminan kebebasan untuk mengiklankan kegiatan-kegiatan mereka, pihak persatuan mahasiswa mengonfirmasi bahwa perhimpunan ateis itu bisa mendapat tindakan pendisiplinan.</p>
<p>&#8220;Jika orang-orang terus-menerus mengajukan protes, maka kami akan mengikuti prosedur normal,&#8221; kata James Skuse, staf bagian Komunikasi dan Demokrasi Persatuan, kepada The Guardian.</p>
<p>Ia mengatakan tindakan pendisiplinan dimaksud, yang bisa mencakup pengunduran diri secara paksa terhadap para anggota komite perhimpunan, atau melepaskan afiliasi perhimpunan dari persatuan mahasiswa, adalah salah satu tindakan dari banyak kemungkinan.</p>
<p>Juru bicara Persatuan menambahkan bahwa sudah menjadi tugas Persatuan untuk memastikan para mahasiswa tidak dilecehkan karena faktor ras, gender, agama, atau kebangsaan mareka.</p>
<p>Menanggapi itu, pihak Perhimpunan ateis tetap ngotot. Mereka menyatakan akan melawan segala bentuk tindakan pendisiplinan.</p>
<p>&#8220;Sayang sekali, pihak Persatuan menganggap adanya kemungkinan bahwa pemostingan gambar (kartun) itu bisa dianggap sebagai tindakan <em>bullying</em>, purbasangka, pelecehan atau diskriminasi,&#8221; kata James lagi.</p>
<p>&#8220;Kami meyakini adanya perlindungan bagi rekan-rekan mahasiswa melalui kebijakan universitas dan persatuan; namun demikian, kami tidak bisa menerima saran (penurunan gambar kartun) semacam itu.&#8221;</p>
<p>Presiden Perhimpunan, Robbie Yellon, menambahkan bahwa  pihak perhimpunan tidak bisa dipersalahkan atas tuduhan bullying atau pelecehan.</p>
<p>&#8220;Sejauh saya dan kami (pihak Perhimpunan) perhatikan, tuduhan itu benar-benar mengagetkan,&#8221; kata Yellon.</p>
<p>&#8220;Jika memang (tuduhan itu) terjadi, kami akan menghadapinya dan melakukan apapun dengan kekuatan kami untuk melawannya.&#8221;</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, jumlah kaum ateis terus bertambah di Eropa dan Amerika Serikat.</p>
<p>Sebuah survey tahun 2005 yang dipublikasikan dalam Encyclopedia britannica menyebutkan jumlah kaum ateis sekira 11,9 persen dari total populasi dunia.</p>
<p>Sebuah survey resmi dari Uni Eropa baru-baru ini mengatakan bahwa 18 persen dari total populasi negara-negara anggotanya tidak meyakini adanya Tuhan.</p>
<p>The Washington Post juga melaporkan pada Saptember lalu bahwa pergerakan ateis sedang tumbuh di Eropa, dan mereka serius melakukan lobi demi mendapat pengaruh politik dan jam tayang (di stasiun-stasiun televisi).</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.onislam.net/english/news/europe/455382-jesus-muhammad-cartoon-sparks-uk-uproar.html" target="_blank">OnIslam</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nyiar.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nyiar.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyiar.wordpress.com&amp;blog=5839307&amp;post=123&amp;subd=nyiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyiar.wordpress.com/2012/01/25/ateis-london-berulah-dan-ngeyel-membangkang-teguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1bac6a37e7e3ffd957942f64f5bb38a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
